Tiga Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) sama-sama bercerita tentang diskusi antara Yesus dan Ahli Taurat Farisi mengenai hukum yang terutama (Mat. 22:34-40; Mrk. 12:28-34; Luk. 10:25-28). Namun, hanya Matius yang berhenti pada jawaban Yesus tanpa menjelaskan bagaimana reaksi balik dari Ahli Taurat itu. Markus mengungkapkan bagaimana Yesus melihat kebijaksanaan dalam diri Ahli Taurat, sementara Lukas memberi narasi yang berbeda, dengan mengungkapkan bahwa jawaban itu justru datang dari si Ahli Taurat itu sendiri.
Saya tidak akan membahas perihal perbedaan sudut pandang antara ketiga penulis Injil tersebut dalam tulisan ini, melainkan akan memfokuskan pada perspektif Matius tentang diskusi tersebut, sekaligus melihat bagaimana Matius menafsirkan ucapan Yesus tentang “Hukum yang Terutama.”