Minggu, 09 Januari 2011

Persepuluhan dan Kekeliruan Gereja Kini

Persembahan persepuluhan pertama kali diberikan oleh Abram kepada Melkisedek (Imam El ‘Elyōn) dalam Kej. 14:20 (lihat juga Ibr. 7:2), sebagai bentuk syukur Abram atas keberhasilannya mengalahkan musuh-musuhnya.

Selanjutnya, Yakub juga bersumpah untuk memberikan persembahan persepuluhan kepada TUHAN di Bethel setelah mimpinya tentang tangga (Kej. 28:22).


Akar Historis Persepuluhan

Kata ma‘aser (מעשׂר) yang digunakan dalam Bahasa Ibrani untuk persembahan persepuluhan diambil dari istilah Akkadian (bahasa yang menjadi lingua franca di dunia Semit pada zaman Abraham) esru, esirtu atau esretu, yaitu pajak yang jumlahnya sepersepuluh pada zaman Mesopotamia kuno.

Teks-teks kuno dari Mesopotamia kuno mengenai persepuluhan berasal dari periode Akkad Kuno hingga Neo-Babilonia, sementara di kalangan masyarakat Ugarit, referensi tentang persepuluhan berasal dari paruh kedua milenium kedua sebelum Masehi. Masyarakat Ugarit menyebutnya ma‘sarisa.

Beberapa teks Ugarit mengatakan bahwa ma‘sarisa tidak harus persis sepuluh persen, sebab akar kata ‘-s-r sendiri berarti "perjamuan." Hal yang sama juga terjadi di kalangan Neo-Babilonia. Jumlah persepuluhan bersifat tidak mengikat dan biasanya bergantung pada status sosial seseorang.

Pada zaman Mesopotamia kuno, persepuluhan tak hanya diberikan kepada kerajaan, tapi juga kepada pejabat keagamaan atau pada kelompok atau kaum tertentu, sama seperti pemberian persepuluhan kepada kaum Lewi dalam tradisi Israel.

Meskipun teks-teks Mespotamia Kuno tentang persepuluhan berasal dari periode-periode belakangan, namun, para ahli meyakini bahwa praktek persepuluhan di kalangan Mesopotamia telah berlangsung jauh sebelum itu, dan bisa jadi, apa yang dilakukan Abram dalam Kej. 14 sebenarnya hanyalah merupakan bagian dari tradisi Mesopotamia kuno. Dokumen-dokumen tua dari kota Ur, kota asal Abram, menunjukkan bahwa tradisi persepuluhan juga sudah sangat dikenal di kota itu. Persepuluhan di kota Ur kuno diberikan kepada dewi Ningal, dewi lokal penduduk Ur.

Bentuk persepuluhan tak hanya menjadi tradisi Mesopotamia kuno, masyarakat Syro-Palestina juga memiliki tradisi serupa, bahkan di Mesir juga ada tradisi semacam itu. Artinya, pada masa-masa peradaban kuno, persepuluhan bukanlah hal yang baru.

Bentuk-bentuk persepuluhan kuno juga sangatlah beragam, ada yang berupa hasil bumi, ternak hingga barang-barang berharga seperti perak dan perunggu.

Tradisi Persepuluhan dalam Perjanjian Lama (Tanakh) dan Yudaisme

Dalam Perjanjian Lama, penetapan mengenai persembahan persepuluhan di kalangan orang-orang Israel baru dilakukan pada zaman Musa (Bil. 18:24) dan diberikan khusus kepada orang-orang Lewi (yaitu mereka yang melayani Kemah Pertemuan sebagai imam, pemusik, pengangkat tabut perjanjian, bahkan yang merawat Kemah Pertemuan).

Sebagai konsekuensinya, orang-orang Lewi tidak mendapat bagian dalam tanah perjanjian. Mereka hidup dari dukungan suku-suku Israel lainnya. Prinsip inilah yang kemudian ditegaskan oleh Paulus (1Kor. 9:13), berangkat dari pengajaran Yesus dalam Mat. 23:32 (band. Luk. 11:42).

Dalam Im. 27:30-34 dijelaskan mengenai apa saja persepuluhan itu. Persepuluhan berasal dari hasil pertanian. Sepersepuluh dari hasil bumi haruslah menjadi milik TUHAN, dan jika hendak digantikan dengan uang, maka haruslah ditambahkan seperlima (Im. 27:30). Sementara, persepuluhan berupa ternak adalah hitungan kesepuluh dari setiap ternak yang ada. Sederhananya, seorang peternak cukup menghitung ternaknya, dan setiap kelipatan sepuluh, maka ternak tersebut menjadi milik TUHAN (Im. 27:32). Ternak kesepuluh itu tidak boleh digantikan, apapun keadaan ternak itu, haruslah menjadi milik TUHAN.

Banyak orang seringkali tidak bisa membedakan antara persepuluhan dengan persembahan sulung (Kel. 22:29, 30). Persembahan sulung diambil dari hasil pertanian pertama, sedangkan persepuluhan dikenakan setiap tahun kepada suku-suku Israel (Ul. 14:22).

Dalam Perjanjian Lama setidaknya ditemukan empat bentuk persepuluhan: (1) persepuluhan untuk kaum Lewi (Im. 14:27; Bil. 18), (2) persepuluhan setiap tahun ketiga, yaitu persepuluhan untuk kaum Lewi, orang asing, anak yatim dan janda (Ul. 14:28, 29; 26:12), (3) persepuluhan dari kaum Lewi, yang diserahkan kepada imam Harun (Im. 18:26-28), dan (4) persepuluhan untuk perjamuan bersama di Yerusalem (Ul. 14:23-27).

Perjanjian Lama membagi kaum Lewi ke dalam tiga kelompok: yaitu kohanim (para imam), keturunan Harun dan Lewiim (sisa keturunan Lewi). Keturunan Harun ditahbiskan sebagai imam, sedangkan sisa keturunan Lewi menjadi pelayan para imam (Bil. 18:1-7).

Persepuluhan diberikan kepada kaum Lewi, yaitu mereka yang membantu pelayanan para imam, sedangkan para imam menerima persepuluhan dari kaum Lewi (Bil. 18:26).

Selain menerima persepuluhan dari kaum Lewi, para imam juga berhak menerima "persembahan sulung" (bīkkūrīm) (Bil. 18:11-24) dan "persembahan khusus" (tĕrūmāʰ) (Kel. 25:1-27).

Tradisi persepuluhan pada masa inter-testamental (periode antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) dijelaskan dalam kitab Tobit. Dalam pasal 1:7, 8 disebutkan peruntukan persepuluhan sebagai berikut:

1. Persepuluhan pertama diberikan kepada keturunan Lewi (huiois Leui), yang melayani di Yerusalem.
2. Persepuluhan kedua dijual dan diberikan (dibelanjakan makanan) setiap tahun di Yerusalem. Beberapa ahli menafsirkan bahwa persepuluhan kedua ini digunakan untuk pembangunan kota Yerusalem.
3. Persepuluhan ketiga diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan (ois kathēkei).

Selanjutnya, tradisi persepuluhan di kalangan Yudaisme disebutkan dalam Hilkhot Ma‘aser Shenī, karya Maimonides:

1. Persepuluhan pertama untuk keturunan Lewi (para pelayan Bait Suci)

2. Persepuluhan kedua diberikan untuk Yerusalem (Ul. 14:22-27)
3. Persepuluhan ketiga diberikan kepada orang-orang miskin (Ul. 26:12).

Perpuluhan Dalam Kekristenan Kini

Pada masa kini, banyak gereja mempertahankan tradisi persembahan persepuluhan yang mengacu pada Perjanjian Lama. Namun, sayangnya, dalam aplikasinya, umumnya gereja-gereja keliru menerapkan persembahan persepuluhan.

Kekeliruan pertama adalah mengenai kapan persepuluhan itu dikumpulkan. Mayoritas gereja-gereja kini mengumpulkan persepuluhan setiap bulan, umumnya di awal bulan. Sementara, dalam Perjanjian Lama dan tradisi Yudaisme, persepuluhan dikumpulkan setiap tahun.

Kekeliruan kedua adalah bentuk persepuluhan. Dalam Perjanjian Lama, persepuluhan selalu berupa hasil pertanian (tanaman maupun ternak) atau persisnya hasil yang diperoleh dari tanah atau dari pekerjaan seseorang, namun, bukan dalam bentuk uang. Jika hasil itu diuangkan, maka haruslah ditambahkan seperlima bagian (Im. 27:30).

Kekeliruan ketiga adalah peruntukan persepuluhan. Mayoritas gereja-gereja kini memperuntukkan persepuluhan bagi para imam (pendeta bahkan lebih spesifik untuk gembala sidang). Padahal, dalam tradisi Perjanjian Lama, para imam hanya menerima persepuluhan dari kaum Lewi atau sekarang lebih tepat para pengerja di gereja, mulai dari para pembantu pendeta, pemusik, pelayan ibadah, hingga koster (petugas yang merawat gedung gereja). Persepuluhan itu sendiri seharusnya dibagikan kepada kaum Lewi non-imam. []

58 komentar:

  1. Ya saya menyimak artikel ttg perpulhan. Boleh tau, gereja mana yg sudah menerapkan prinsip perpuluhan yang benar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngak ada, gereja2 sekrg cuma pinjam nama saja,namun prakteknya sangat menyimpang dari yg dimaksud arti persepuluhan dlm alkitab
      Dng meminjam kata persepuluhan sebenarnya membodohi org spy memberi 10% dan cara menghitungnya sangat ribet.Bapa surgawi yg maha kaya tdk butuh uang dan tdk akan menyusahkan Anak2nya dng hitungan2 yg bikin pusing. F.Tuhan"Berikan dng hati yg sukacita,dng tdk terpaksa,karana ALLAH mengasihi org yg memberi dng tulus.

      Hapus
    2. Tuhan tdk pernah bikin pusing Umat-Nya, tapi orang itu sendiri yang bikin pusing pribadinya, mengkritik itu bagus tapi kritikan punya alur n pahami kronologis setiap ayat yang di kritik. okeiii

      Hapus
    3. Kalau kalian ga mau memberi persepuluhan ya sudah jangan memberi daripada nanti sakit hati... kalau mau memberi ya berilah dengan tulus seperti kalian melayani Tuhan dengan UANG-mu....

      (Udah nyanyi ga bisa, maen musik ga bisa, jadi penerima tamu masih sibuklah, cuma bisa jadi jemaat saja itupun masih banyak bolongnya, nah sekarang suruh melayani dengan cara bantu gereja dan Gembala dan seluruh pengerjanya lewat HARTAMU malah masih ribut... Maunya itu apa toh?? memang benar peribahasa DIMANA HARTAMU DISITULAH HATIMU... Gereja kan juga butuh biaya,, semua butuh makan untuk bisa hidup dan menginjil karena mereka bukan ROBOT... Yukk bantu gerejamu untuk BERKEMBANG daripada ribut2 ga jelas!)

      Hapus
  2. @Anonim: Sampai sejauh ini saya belum menemukan adanya praktek persepuluhan yang persis seperti praktek persepuluhan dalam Alkitab yang dijalankan oleh gereja

    BalasHapus
  3. halo pak, apakah benar bahwa 3 macam bentuk perpuluhan itu ialah berarti bahwa keseluruhan perpuluhan adalah kira2 23,33% ?

    1. 10% untuk lewi
    2. 10% untuk hari raya
    3. Per 3 tahun 10% ekstra untuk sosial, jadi per tahun rata2 3,33%.

    Jadi jika ditotal rata2 adalah 23,33% ???

    BalasHapus
  4. @DAN-DAN: tidak, yang benar adalah porsi pesepuluhan per tahun, dimana pada tahun pertama diberikan untuk kaum Lewi, tahun kedua untuk Yerusalem dan tahun ketiga untuk orang-orang yang membutuhkan

    Tetapi hal ini juga bergantung dari tafsir terhadap Tanakh itu sendiri, jadi mungkin ada penafsir yang menafsirkan seperti yang Anda katakan

    BalasHapus
  5. Ya pak OHAV, memang ada penafsiran yang perpuluhan itu 23,33% dan dulu saya percaya dengan tafsiran ini. Tetapi setelah saya hitung kok sepertinya tidak mungkin karena Lewi akan mengalami kelebihan asupan makanan yang sangat-sangat berlebihan dan sebaliknya akan mengalami kesenjangan jika dibandingkan dengan pendapatan rakyat biasa/suku2 bukan Lewi.

    Lalu di ayat ini tidak diberikan keterangan jika menguangkan maka harus menambah seperlima. Yaitu di ayat ini:

    Ul14:24-25
    Apabila, dalam hal engkau diberkati TUHAN, Allahmu, jalan itu terlalu jauh bagimu, sehingga engkau tidak dapat mengangkutnya, karena tempat yang akan dipilih TUHAN untuk menegakkan nama-Nya di sana terlalu jauh dari tempatmu, 14:25 maka haruslah engkau menguangkannya dan membawa uang itu dalam bungkusan dan pergi ketempat yang akan dipilih TUHAN,Allahmu

    Disini tidak ada keterangan jika diuangkan ditambah 1/5. Tetapi di im27:30 ada keterangan itu. Apakah kedua ayat ini merujuk pada satu konteks yang sama?


    Lalu di ayat di bawah ini, dikatakan setiap 3 perayaan utama itu, seorang laki2 boleh mewakili keluarganya untuk ke Yerusalem. Nah, apakah SEKADAR PERSEMBAHAN di situ adalah persembahan sukarela ataukah PERSEPULUHAN? Sebab ada yang menerangkan bahwa Persepuluhan jenis ke-2 yang untuk hari raya, itu tidak diberikan ke Yerusalem tetapi di tabung di rumah masing2 untuk keperluan hari-hari raya tersebut.

    Ul 16:16

    Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, 16:17 tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."


    Lalu Menurut bapak, bagaimana proses pengumpulan ke 3 jenis persepuluhan tiap2 tahun nya? Saya mohon keterangan yang lebih rinci.

    thx GBU

    BalasHapus
  6. Pertama saya mengganti identitas dari "OHAV" menjadi "Fatco"

    Kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda:

    1) Ul. 14 berbicara tentang Persepuluhan Kedua yang akan dibawa ke Yerusalem (dalam ayat ini belum disebutkan nama tempatnya, tetapi para penafsir Yahudi dan Kristen percaya bahwa yang dimaksud adalah Yerusalem, kota yang dipilih TUHAN).

    Memang tidak disebutkan untuk ditambahkan 1/5 bagian. Jadi, tentulah ini menimbulkan dua bentuk tafsir, apakah mengikuti Im. 27 ataukah tidak.

    2) Ul. 16 lebih berbicara tentang persembahan suka rela. Tidak disebut di situ kata "persepuluhan" (ma‘aser).

    Aben Ezra, seorang penafsir Yahudi, menyebut ini persembahan suka rela, sedangkan Rabbi Rashi menyebutnya kurban bakaran dan kurban pendamaian untuk Khagiga (semacam Hajj atau Haji di Islam) yang bisa diuangkan.

    Dalam Mishna Yahudi, ditetapkan bahwa persembahan itu berupa perak.

    3) Proses pengumpulan bagaimana maksudnya? Kalau dalam tradisi Yudaisme, persepuluhan itu dikumpulkan di "rumah perbendaharaan" yang letaknya di Bait Suci.

    Orang-orang akan datang ke sana untuk membawa persepuluhan mereka, semacam pajak dengan pelayanan satu atap kalau dalam sistim negara.

    BalasHapus
  7. Jika ul 14 dan im 27 adalah satu makna merujuk pada persepuluhan, kemungkinan besar asumsi saya adalah yang dimaksut "diuangkan" itu memang harus menambah 1/5 bagian. Jika tidak, lalu bagaimana perbedaan antara yang ditambah 1/5 dan tidak ditambah 1/5? Apakah ada keterangan lain pak?

    Lalu tentang proses pengumpulan yang saya maksut adalah, apakah semua persepuluhan tiap tahunnya itu akan diberikan semuanya ke Yerusalem? Atau ada yang dipakai di tempat masing2 misalnya untuk hari raya, orang miskin, dll? Ada juga yang bilang bahwa di dalam suku masing2 itu kan ada Imam Lewinya, nah mungkin di suku masing2 mereka memakai perpuluhan itu untuk perayaan, dll?

    Jika semua harus ke Yerusalem, maka apakah seluruh rakyat Israel semua ke Yerusalem? Apa gak kepenuhan dan semua tempat suku2 lain jadi kosong pak? Atau jangan2 yang diwakilkan seperti ayat Ul 16? Pada waktu kapan setiap tahunnya mereka harus mengumpulkan persembahan persepuluhan di Yerusalem?

    Saya ingin tahu keterangannya tentang proses pengumpulan serta tata caranya pak.

    thx ^_^

    BalasHapus
  8. Ul. 14 berbicara tentang Persepuluhan Kedua yang memang harus diuangkan untuk dikirim ke Yerusalem, makanya "bisa jadi" tidak perlu penambahan 1/5 bagian, tetapi balik lagi, semua tergantung si penafsir karena adanya ruang "multi tafsir" dalam kasus ini :)

    Soal pengumpulan, memang awalnya terpusat ke satu tempat, tetapi pada zaman Musa, sebenarnya tempat itu bukanlah Yerusalem, melainkan tempat dimana Kemah Pertemuan berada.

    Kemah Pertemuan baru berada di Yerusalem pada zaman Daud, dan berubah menjadi Bait Suci pada zaman Salomo.

    Karena segala pusat kegiatan keagamaan itu dipusatkan Daud di Yerusalem, maka persepuluhan pun dikumpulkan di Yerusalem.

    Pada zaman Salomo, hal ini menimbulkan kecemburuan antara suku-suku Utara dengan Selatan, sehingga berpuncak pada pemberontakan tak lama setelah Salomo turun tahta.

    BalasHapus
  9. thx pak fatco,

    apakah ada buku referensi dr anda tentang kesejarahan dan tatacara israel kuno termasuk persepuluhan yang bs saya baca? sebab saya sedang meneliti tentang hal ini.

    BalasHapus
  10. Buku tentang tata cara ibadah Israel kuno dalam Bahasa Indonesia:

    1. Agama Israel Kuno ditulis oleh Th. Vriezen diterjemahkan dan diterbitkan oleh BPK GM

    2. Ibadat Israel Kuno ditulis oleh Harold Henry Rowley diterjemahkan dan diterbitkan oleh BPK GM

    Untuk sementara dua buku itu dulu :)

    BalasHapus
  11. trimakasih untuk infonya pak Fatco...

    BalasHapus
  12. pak fatco ini dari aliran kepercayaan yg mana? ^_^ boleh tau no hp nya untuk sharing2? no hp saya 087880438080 daniel

    BalasHapus
  13. Saya seorang pengajar di sebuah sekolah teologi, di samping itu bekerja juga untuk lembaga pelayanan lintas gerejawi. Saya tidak ingin diafiliasikan dengan aliran tertentu, apakah Katolik, Ortodoks, Calvinis, Lutheran, Kharismatik, Pentakostal, dll.

    Hanya tertarik saja mendalami aliran-aliran gereja dan menemukan bahwa setiap aliran punya keunikan tersendiri :)

    Nomor HP saya sudah saya sms ke nomor Bapak

    Terima kasih

    BalasHapus
  14. maaf ya, saya masih belajar ttg persepuluhan ini. Pertanyaan saya :
    1. Kalau menurut Maleakhi 3:10, kan persepuluhan hrs dibawa ke rumah Tuhan (gereja). Apakah boleh kita pecah misalnya 3% utk gereja A, 7% utk gereja B?

    2. Saya kutip :
    "Dalam Perjanjian Lama setidaknya ditemukan empat bentuk persepuluhan: (1) persepuluhan untuk kaum Lewi (Im. 14:27; Bil. 18), (2) persepuluhan setiap tahun ketiga, yaitu persepuluhan untuk kaum Lewi, orang asing, anak yatim dan janda (Ul. 14:28, 29; 26:12), (3) persepuluhan dari kaum Lewi, yang diserahkan kepada imam Harun (Im. 18:26-28), dan (4) persepuluhan untuk perjamuan bersama di Yerusalem (Ul. 14:23-27)."

    No. (1) dan (3) ayat Imamatnya kok ttg penyakit kusta dan kudusnya perkawinan. Kayanya ga nyambung deh.

    3. Jadi ayat yg dipakai bahwa persepuluhan tdk boleh diberikan utk Gembala Sidang yang mana yah.

    BalasHapus
  15. @Flo terima kasih atas ketelitiannya

    RALAT:

    (1) Harusnya Ul. 14:27
    (3) Harusnya Bil. 18:26-28

    BalasHapus
  16. @Flo: Untuk pertanyaan no. 1, apakah boleh persepuluhan itu dipecah?

    Tidak ada aturan dalam Alkitab apakah persepuluhan itu boleh dipecah atau tidak. Tidak ada larangan, tetapi juga tidak ada ayat pendukung untuk itu.

    Artinya, hal itu kembali pada penafsiran pribadi kita. Biasanya persepuluhan diberikan kepada gereja dimana kita terdaftar sebagai anggota jemaat. Jika kita mendaftar pada dua gereja, maka masalahnya kembali pada Etika Kristen, bukan lagi masalah Biblika atau pun Dogmatika

    BalasHapus
  17. Terima kasih atas penjelasannya. Satu lagi pertanyaan saya belum dijawab, ayat mengenai perpuluhan tidak boleh/boleh diberikan utk Gembala Sidang yang mana yah?

    Tolong pencerahannya, apakah kita harus benar2 mengikuti aturan di PL ini, yang saya tau Tuhan memberi aturan persepuluhan pada dasarnya adl agar kita taat dan tidak bergantung pada uang.
    Flo

    BalasHapus
  18. @Flo: 1) Peran Gembala Sidang dalam sebuah gereja mirip dengan peran imam dalam Perjanjian Lama. Imam dalam PL tidak menerima persepuluhan langsung dari umat, tetapi mereka menerima persepuluhan dari kaum Lewi yang bukan imam. Ayatnya di atas sudah diberikan (Bil. 18:26)

    2) Tidak ada keharusan untuk mengikuti aturan PL yang ketat, tetapi jika kita ingin mengadopsi tradisi PL, maka sebaiknya tradisi itu jangan dipilah-pilah untuk kepentingan gereja saja, apalagi jika aplikasinya kemudian malah menurun atau lebih buruk daripada tradisi PL

    BalasHapus
  19. Kalau persepuluhan ini dilakukan hanya setahun sekali, pertanyaan saya adalah, adakah ianya di beri dari apa yang telah kita usahakan selama 1 tahun itu? Maksud saya, kalau saya berkerja selama 1 tahun, dan gaji saya adalah USD30ribu. adakah saya perlu memberi USD3ribu sebagai persepulahan itu? ATau cuma, pendapatan saya pada tahun akhir itu?

    BalasHapus
  20. @MrReeks: Persepuluhan dalam PL diambil dari hasil panen, yaitu panen tahunan, yaitu setiap hitungan kesepuluh dari hasil panenan itu

    Itu hitungan sederhana dalam PL, tidak ada perhitungan total pendapatan kemudian dikali 1/10

    BalasHapus
  21. sebab, d gereja saya, kami diwajibkan untuk memberi 10% dari pendapatan kami setiap bulan. Bahkan, jika tidak dapat memberi komitmen tersebut, maka dinasihatkan agar menjadi jemaat biasa sahaja. Agak keliru juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduuhhh.....keliru juga itu bro.

      Hapus
  22. @MrReeks: Dalam hal memberi persembahan, keikhlasan jauh lebih penting daripada nominal yang diberikan

    BalasHapus
  23. ikut gabung nih walaupun sdh agak telat..^^ benar seperti yg sdh disampaikan oleh Bp.Fatco bahwa ukuran dalam memberi macam2 bentuk persembahan yg ada baik itu persembahan biasa maupun perpuluhan yg penting kita memberi dengan tulus dan ikhlas menjalaninya, melakukannya serta mentaatinya bukan krn unsur paksaan dari para pendeta atau gembala sidang namun karena kasih Kristus yg sdh ada dlm setiap hati kita....selain dlm hal memberi perpuluhan masing2 gereja punya aturan mainnya sendiri atau doktrinnya sendiri ya seperti yg sdh disampaikan Bp.Facto diatas karena adanya multitafsir, pemahaman ttg FT ada yg menerapkan, ada yg tdk dengan tafsiran ini dan itu tp saya yakin itu semuanya dilakukan utk mendatangkan kebaikan bagi seluruh umat Tuhan yg percaya...krn perpuluhan merupakan pagar, payung atau pelindung bagi kita yg taat, tulus dan ikhlas melakukan nya...krn bnyk umat Tuhan yg memberikan kesaksian hidup mereka selama mrk memberikan perpuluhan hidup mereka selalu diberkati dan selama mrk tdk memberikan perpuluhan sakit penyakit sering mendera hdp mereka..jd klo bagi saya misalkan kita bertumbuh digereja yg mewajibkan perpuluhan harus diberikan maka taat saja terhadap hal tersebut krn berkatnya kan toh buat kita juga...nah klo pengen kita tdk diatur oleh gereja/Hamba Tuhan/Gembala sidang masalah perpuluhan maka kita tinggal pilih gereja mana yg tdk terlalu membebani kita ttg perpuluhan tersebut....didlm hal kekristenan yg perlu kita tanamkan adalah jangan hanya mengharap org lain yg menjadi saluran berkat bagi kita namun kita juga mesti menempatkan hidup kita menjadi saluran berkat bagi org lain....ada saat memberi ada saat menerima.....jangan pengen kita berharap selalu org yg memberkati kita namun kita tdk mau memberkati org disekitar kita itu namanya egois....

    BalasHapus
  24. pak fatco, saya hubungin(sms) no nya udah gak aktif ya? saya da perlu nih, apa anda bisa hub saya lagi? 087880438080. thx pak fatco

    BalasHapus
  25. Lha jadi panjang toh... Makanya kekristenan jadi ribet gara2 yg kayak gini... Padahal sama Yesus dah dibuat simpel (cuma percaya, selamat).

    Perpuluhan itu mau diberi ke siapa? TUHAN toh?

    Ya udah doa tanya TUHAN : TUHAN, aku mau ngasih perpuluhan nih, aq mau jadi pelaku firmanMU. Tapi aq bingung harus bagaimana dan berapa jumlah yang harus aku kasih. Trus harus kasih kemana? Gereja? Orang di pinggir jalan atau ke siapa??

    Perpuluhanku ga mesti harus ke gereja. Kadang TUHAN bilang kasih temanmu, tanpa saya tahu kondisi teman saya sebelumnya. Kadang beli nasi bungkus beberapa bungkus dan dibagiin di jalan2. Terserah DIA...

    Ayolah, memperhatikan taurat itu bagus. Tapi inti semuanya cuma YESUS. So tanya ROH KUDUS... JANGAN DITAFSIR2... Kan otak kita cuma sebesar batok kelapa... Apa yang mau dibanggain...

    Jesus Loves U All...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa makna "cuma percaya, selamat"? Apakah sekedar mengaku dengan mulut bahwa "aku percaya..."? Ataukah cukup dibaptis?

      Percaya tanpa tindakan/perbuatan adalah mati!

      Ajaran Yesus tidak bisa disederhanakan menjadi "cuma percaya, selamat" sebab esensi ajarannya adalah "KASIH"

      Hapus
    2. apa sih arti "selamat'..jaminan masuk surga? percaya dengan perbuatan apa sih pak yang membuat kita masuk surga? apakah dengan kasih kita pasti masuk surga? karena sy berpendapat kehidupan nanti yang kekal itu menjadi tujuan hidup sy...

      Hapus
    3. apa sih pak makna dari kata "selamat" di alkitab? masuk surga kah? atau apa

      Hapus
    4. Kata "selamat" berasal dari kata "s-l-m" dalam bahasa Arab. Kata ini dalam Alkitab padanannya adalah "sh-l-m" (misalnya pada kata SHALOM)

      SHALOM memiliki makna luas, tidak hanya sebatas "masuk surga" tapi juga menyangkut bagaimana di dunia :)

      Hapus
  26. maaf saya ingin bertanya, apakah kepada orang Kristen dewasa ini masih diwajibkan untuk memberikan perspuluhan?, sedangkan dasar hukum pelaksanaannya yakni Taurat telah digenapi dan atau dibatalkan ketika Tuhan kita Yesus Kristus mati di kayu salib. mohon penjelasannya. bersama ini saya cantumkan alamat email saya : sjamsurilazarus@yahoo.co.id untuk dpt saling berbagi pemahaman via email. nama saya sugeng sjamsuri. thanks sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam Luk. 16:17, Yesus berkata: "Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal."

      Mat. 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya."

      Tidak ada pembatalan Taurat oleh Yesus, yang ada adalah penggenapan Taurat.

      Hapus
  27. Slamat siang pak, maaf mau bertanya, apakah bisa dari total perpuluhan dari penghasilan setiap bulannya, kita dibagi sebagiannya untuk ke gereje dan sebagiannya untuk kaum miskin (panti asuhan, fakir miskin, janda), tolong masukannya, trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika kita percaya bahwa gereja dapat meneruskan pemberian kita kepada mereka yang disebut "kaum miskin", maka memberi ke gereja juga berarti memberi kepada kaum miskin.

      Pemberian secara kolektif melalui gereja mengajari kita cara bersekutu yang mengasihi, ketimbang pemberian individual, meskipun dengan motivasi tulus.

      Hapus
  28. Semua commentnya punya arti, tetapi bagi saya siapa saja bisa memberikan persepuluhan, tetapi bagi yang mengimani. dan semua persepuluhan itu cenderung dipakai oleh gereja gereja sekarang( karismatik). untuk sekarang ini perjanjian baru sudah datang yaitu tuhan yesus juru selamat kita yang hidup yang membarikan pengajaran yang luar biasa, salah satu pengajarannya adalah kebenaran, kasih dan lain-lain. Dalam pengajaran tuhan yesus ( PB) tidak ada penekanan untuk persepuluhan, yang ada adalah berilah dengan sukarela/ikhlas hati karena tuhan mengasihi orang yang memberi dengan ikhlas hati. Untuk persepuluhan itu pengertian untuk saya pribadi, dan sekarang kita berdoa melalui Tuhan yesus kristus dan bukan oleh atas bangsa israel atau suku lewi atau para imam-iman jaman sekarang.karena untuk sekarang ini banyak para imam gerja cenderung mementingkan diri-sendiri, dan tidak perduli bagi orang orang yang sangat susah. kegesian antar pendeta pendeta membuat mereka lupa akan arti sebuah gereja.
    Disini bukan menjelekkan pendeta-pendeta, tetapi banyak sekali masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan, pedulikah para pemuka agama untuk mereka yang membutuhkan uluran tangan?......... mari kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  29. tidak usah persepuluhan.. memberi dalam kemurahan hati saja.. seperti yang diajarkan oleh Paulus.. kok masih ikutin perjanjian lama padahal di perjanjian baru udah di genapin?

    BalasHapus
  30. Shalom....
    pak der Fatco, adakah dalam PB Yesus berbicara atau menanggapi atau menyikapi tentang perpuluhan?

    terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Matius 23:23 "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. YANG SATU HARUS DILAKUKAN DAN YANG LAIN JANGAN DIABAIKAN." (band. Luk. 11:42)

      Hapus
  31. Kenapa gereja bersikukuh ngotot persepuluhan itu wajib? Jelas2 ga sesuai dgn semangat Kristiani. Karya penyelamatan Yesus di kayu salib kurang cukup? Yesus ud lepasin kuk dosa dikayu salib, knp gereja memberi kuk yg baru kepada jemaat dgn kewajiban perpuluhan? Knp gereja milih persepuluhan, produk PL.. Tp ga jalanin hukum taurat yg lainnya? Seperti larangan makan babi, mata ganti mata, gigi ganti gigi.. Tdk bole makan hewan berkuku belah, dan lainnya? Tanya kenapaaaaa????
    Semangat kristiani itu memberi persembahan dgn hati yg sukarela dan sukacita.. Bukan krn dibayangi ancaman kalo tdk perpuluhan maka tingkap2 langit tertutup, rejeki seret. Ironis melihat byk org ditakut takuti oleh mereka yg berdiri di atas mimbar menyuarakan suara Tuhan. Tuhannya siapaaaa?

    BalasHapus
  32. Yesus mengajarkan hukum yang utama : Kasihilah Allah dan kasihilah sesama manusia. Setiap orang bisa berkata bahwa dirinya mengasihi Allah. Hanya Allah yang tahu seseorang benar2 mengasihiNya.Orang bisa saja mengaku dan menipu dirinya sendiri dan dunia ini bahwa dia telah mengasihi Allah, tetapi perilakunya mencerminkan perilaku yang bertentangan dengan buah2 Roh. Seorang yang benar2 mengasihi Allah tentunya akan mengasihi sesama sebagai hasil imannya, yang dipresentasikan dalam setiap perilakunya terhadap sesama, dirinya sendiri dan dunia ini.

    Ajaran persepuluhan mengajarkan seseorang untuk menjadi penipu yang mereka sendiri tidak menyadarinya. Bagaimana seseorang bisa mengatakan bahwa 10% dari penghasilannya adalah milik Tuhan. Bukankah segala sesuatu adalah milik Tuhan, baik bentuk material maupun non material, seperti uang, nyawa dlsb. Maka gereja yang mengajarkannya agar segera bertobat, dan kembali kepada pengertian yang benar dalam menyembah Allah dengan mengikuti ajaran Yesus yang telah diucapkannya dalam Matius 22 : 37 - 40.

    Apabila anda memang benar mengasihi sesama, persembahkanlah hidupmu baik yang berupa materi (uang & harta) maupun non materi ( waktu, pikiran, tenaga dlsb)kepada sesama, yaitu umat Allah = GEREJA (huruf besar =orang2 yang dipanggil oleh Tuhan), agar umat Allah bisa selalu beribadah baik melalui organisasi gereja maupun langsung kepada yang memerlukannya, sebagai hasil iman dan saksi bagi Kritus, sesuai dengan kerelaan tanpa paksaan. Dengan demikian seseorang bisa memberi sesuai dengan kerelaannya berdasarkan hasil imannya kepada Kristus. Seorang kaya dengan kekayaannya berpenghasilan 100 milyard bisa memberikan sebagian penghasilannya sebesar 90 milyar, tapi seorang yang miskin yang hanya berpenghasilan 1juta bisa memberikan sebagaian penghasilannya hanya sebesar 100 ribu atau tidak sama sekali oleh karena biaya hidupnya masih sangat berkekurangan. Dengan demikian seorang Kristen tidak dibebankan oleh hukum Taurat yang sudah jelas digenapkan oleh Yesus Kristus.

    Mengapa persepuluhan masih dilaksanakan oleh banyak gereja, sedangkan Hari Sabat yang jelas2 ada tercantum didalam sepuluh hukum, dan sunat yang dibakukan sebagai bagian dari hukum Taurat telah ditiadakan didalam ke Kristenan, diganti oleh makna sebenarnya hari Sabat dan sunat tersebut dari makna legalitas menjadi rohani. Demikian pula Yesus dan para rasul tidak mengajarkan persepuluhan, Yesus mengajarkan kasih. Yesuspun berkata bahwa Roh Allah tidaka da di Bait Allah, melainkan didalam tubuh orang yang ada didalam Kristus.

    Dengan demikian ajaran persepuluhan merupakan ajaran penipuan oleh banyak gereja yang dibungkus oleh Firman, yang tujuannya untuk mengumpulkan uang bagi kepentingan organisasi gereja, tanpa mau melihat bawha Alkitab mengajarkan didalam Kristus adalah kebebasan karena sudah tidak didalam kutuk Taurat yang seseorang tidak mungkin bisa melakukannya. Demikian juga perintah Yesus untuk vertikal ( mengasihi Allah ) dan horisontal ( mengasihi sesama ).

    BalasHapus
  33. INGAT BAHWA PERSEPULUHAN ITU BUKAN TAURAT SEKALIPUN ITU ADA DIDALAM HUKUM TAURAT, PERSEPULUHAN ADA 430 TAHUN SEBELUM TAURAT DIMANA ABRAHAM(BAPA SEGALA ORANG) MEMBAWA PERSEPULUHAN KEPADA MELKISIDEK(KEJ 14),DIJELASKAN DALAM IBRANI 7:2-3) SEBAGAI IMAM BESAR (TUHAN YESUS KRISTUS),PERSEPULUHAN ADA DILAKUKAN OLEH GENERASI DI 2 ZAMAN (ZAMAN BAPA,ZAMAN ANAK) DAN INI MENUNJUKAN SESUATU YANG PENTING,INI SUATU KEBENARAN MUTLAK YANG TIDAK BISA DIBANTAH YANG SUDAH DIHIDUPI DI DUA ZAMAN ) DAN YANG HARUS DILAKUKAN OLEH GEREJA TUHAN YANG HIDUP DIZAMAN ROH KUDUS INI.PERSEPULUHAN ITU TUHAN PUNYA ITU BAGIAN TUHAN....KAISAR PUNYA DIKEMBALIKAN KEPADA KAISAR,YANG TUHAN PUNYA DIKEMBALIKAN KETUHAN(HAK KEPEMILIKAN TUHAN DARI PL SAMPAI INJIL HANYA PERPULUHAN.INI JELAS BUKTI DALAM KEHIDUPN ROHANI ORANG YANG SETIA DAN JUJUR MENGEMBALIKAN MILIK TUHAN HIDUP MEREKA DIJAMIN OLEH TUHAN UNTUK CUKUP DALAM KEHIDUPAN. MATIUS 23:23......ALLAH MENUNTUT KESETIAAN KITA SECARA UTUH TERMASUK MENGEMBALIKAN PERSEPULUHAN.PERSEPULUHAN NANTI SELESAI KALAU KITA SUDAH DISURGA.HUBUNGAN ABRAHAM DAN GEREJA TUHAN ADA PADA IMAN,JIKA ABRAHAM MEMBAYAR PERPULUHAN DAN ITU MEMBUAT JANJI TUHAN TERIKAT ATASNYA BEGITU JUGA KITA ORANG PERCAYA TERIKAT PADA PERJANJIAN BERKAT TUHAN KARENA IMAN..BUKANKAH KITA ANAK-ANAK ABRAHAM KARENA IMAN?(ROMA4:16,GALATIA 3:16-17..APA YANG DIPERHITUNGKAN ALLAH KEPADA ABRAHAM ITU JUGA DIPERHITUNG TUHAN ATAS KITA KARENA IMAN

    BalasHapus
  34. persepuluhan bukan taurat,persepuluhan ada 430 tahun sebelum taurat

    BalasHapus
  35. Shalom..

    Perpuluhan jelas sekali menjadi "MESIN" ekonomi yang sangat dahsyat - terutama (maaf) bagi pemimpin "non-katolik" yang sangat menekankan ayat dari malaeki. Bayangkan.. kumpulin 10 org jemaat, maka "tanpa" kerja cari uang, sang pemimpin punya penghasilan rata2 yang sama. Kalau 100 jemaat, dia akan punya 10x dari rata2.. bayangkan kalau jemaatnya ada 10.000 ? 1000x rata2 penghasilan jemaatnya.

    Padahal ayat "perpuluhan" aslinya diturunkan kepada Musa bagi Bangsa Israel (saja) dimana Bangsa Israel memiliki 12 Suku, namun hanya 11 suku yang memiliki warisan berupa tanah perjanjian, sedangkan suku Lewi harus mendedikasikan sebagai Imamat dan suku Lewi ini tidak memiliki warisan tanah Israel. Jadi 11 suku memberikan perpuluhan kepada 1 suku Lewi, dan 10% dari penghasilan suku Lewi diberikan kepada Rumah TUHAN. (bil 18:21-24)

    Di Jaman Yesus, aturan perpuluhan ini juga sama seperti hukum rajam.. sudah mulai ditinggalkan, karena dalam perjanjian baru, Yesus dan keluarga kudus, juga murid-muridnya tidak ada satupun mencatat aktifitas perpuluhan. Yang ada hanyalah kotak persembahan (sukarela) di Bait Allah atau sinagoga.

    Perpuluhan hanya berlaku bagi 11 suku Israel dan yang memungut "hanya boleh" suku Lewi (suku yang tidak memiliki tanah warisan) seperti yg ditulis dalam IBRANI 7:5 "Didalam hukum agama yahudi ditentukan bahwa imam-imam keturunan Lewi harus memungut sepersepuluh dari pendapatan umat Israel, yakni saudara-saudara mereka sendiri.."


    Sehingga jelas, perpuluhan adalah HAK kaum Lewi yang tidak mendapatkan tanah warisan, jadi bukan hak pemimpin Agama kristiani.

    Namun kalau 10% penghasilan kita merasa itu milik TUHAN, maka sebaiknya kita berikan kepada TUHAN langsung.. manifestasi TUHAN bukanlah gereja atau pemimpin.. manifestasi TUHAN dalam ujud orang2 menderita, tidak punya makanan, tidak punya baju, tidak punya dana untuk berobat.. seperti sabda Yesus dalam MATIUS 25:33-46, (34)Kemudian Raja itu akan berkata kepada orang-orang disebelah kanan Nya " Marilah kalian yang diberkati oleh Bapa KU, masuklah kedalam kerajaan yang disediakan bagimu sejak permulaan dunia. (35)Sebab pada waktu aku Lapar, kalian memberi Aku makan, dan pada waktu Aku haus, kalian memberi Aku minum.. "


    Demikian penelitian saya pribadi mengenai PERPULUHAN.
    Mohon maaf kalau ada kata yang salah.

    Richard Roesnadi

    BalasHapus
  36. Saya setuju sekali dengan Pak Richard bahwa manifestasi Tuhan itu adalah orang2 yang membutuhkan disekitar kita.

    Ada beberapa pertanyaan dalam pengajaran perpuluhan gereja2 sekarang

    Kalau memang perpuluhan itu sudah ada jaman Abraham dan bagian dari Abraham adalah bagian yg harus kita lakukan sekarang. Mengapa kita tidak menerapkan sunat juga? Kenapa kita tidak punya budak? Kita boleh punya gundik asal istri mengijinkan? Kenapa pilah2 mana yg boleh mana yg tidak? Siapa yg menentukan kebiasaan Abraham mana saja yg masih berlaku?

    Mohon pencerahannya?

    BalasHapus
  37. Makin membingungkan..... :-( ............,,

    BalasHapus
  38. PAntesan para gembala sidang pada kayaraya yg gerejanya bnyk jemaat org2 kaya...mmmm

    BalasHapus
  39. gue paling sebal dengan pendeta yang dulu miskin sekarang kaya raya, yang kekayaan nya berasal dari uang persembahan ato perpuluhan jemaat..

    BalasHapus
  40. Segala sesuatu harus berdasarkan iman. Segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa (Roma 14:23). Jika kalian percaya bahwa perpuluhan itu harus diberikan maka berikanlah dengan hati yang percaya kepada Allah dan mengucap syukur kepadaNya. Dan jika kalian percaya bahwa perpuluhan itu tidak diharuskan lagi untuk diberikan maka lakukanlah dengan hati yang percaya kepada Allah dan mengucap syukur kepadaNya. Karena tidak semua orang beroleh iman yang sama. Kebenaran akan dinyatakan jika kita tetap taat dan setia untuk tetap percaya kepada Allah. Karena Allah berkuasa untuk menyingkapkan kedalam hati kita apakah perpuluhan itu harus diberikan atau tidak. Tetaplah percaya kepada Allah dengan segenap hati maka Allah akan memperhitungkan hal itu kepada kita sebagai kebenaran. Dan kita tahu bahwa kebenaran itu akan memerdekakan kita. Tuhan Yesus memberkati.

    BalasHapus
  41. Syalom saudara,Tidak akan ada habis nya diperdebatkan, saya dulu orang yg tidak mengenal perpuluhan.saya seorang karyawan Dan apa yg saya terima (gaji) hanya cukup untuk biaya hidup. Tp suatu saat saya di kenal kan teman saya bahwa dialkitab ada perpuluhan yg sifatnya wajib.. Dan setelah saya mengimani untuk perpuluhan. Gaji yg seharusnya hanya cukup untuk hidup saya potong untuk perpuluhan dan disinilah kemurahan Tuhan, yg tidak bisa dijelaskan dengan akal. Gaji saya cukup dan bahkan ada sisa. Saya semakin setia untk perpuluhan, Tuhan semakin menambahkan dengan bonus2 dr perusahaan. Dan gaji saya juga semakin naik. Bukan dr gaji saja yg saya ambil perpuluhan, sejak saya setia perpuluhan Tuhan juga membuka pintu untk saya berbisnis kain. Dan Puji Tuhan hasilnya semakin banyak. Bahkan Tuhan memberikan 30,60 sampai 100kali lipat. Janji Tuhan sungguh luar biasa jika kita setia dengan perkara kecil, selain saya diberkati saya diberi kepercayaan dari Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Untuk itu jika kita percaya jng terlalu banyak perhitungan dan jangan setengah-setengah. Karna Tuhan tidak pernah memperhitungkan kemurahanNYA.

    BalasHapus
  42. Semua orang yang tidak bertuhan juga akan diberkati Tuhan dalam masalah materi. Karena Tuhan mencurahkan matahari dan hujan kepada semua orang baik terhadap umat Nya maupun yang menolak Dia. Pembenaran setia kepada perpuluhan bukan menjadi dasar akan memperoleh berkat materi berlebih. Realita perpuluhan merupakan mesin pencari uang bagi gereja yang takabur yang sangat praktis. Gereja demikian allahnya duit, dibungkus seolah olah Alkitabiah dan atas perintah Tuhan dengan mencari ayat2 yang seolah2 cocok dengan masalah tsb, bukan berpusat kepada ajaran Yesus Kristus. Ayat2 dimanipulasi dan ditafsirkan sedemekian rupa disesuaikan agar cocok dengan ajaran bahwa persepuluhan adalah perintah Tuhan untuk masa kini. Kristus datang untuk menggenapi hukum Taurat dan mereformasinya menjadi suatu produk hukum baru yaitu HUKUM KASIH. Kasihilah Allah yang dibuktikan dan diaplikasikan dengan kasihilah sesama manusia. Tidak perlu menjadi masalah yang sulit dalam hal mencukupi kebutuhan dana gereja tanpa memanipulasi ayat2 Alkitab dengan ajaran persepuluhannya. Kita telah diberi cuma2 ( Mat 10 : 8 ), sebagai bentuk ucapan syukur hendaklah kita memberikan harta kita juga untuk kemuliaan Allah baik melalui gereja maupun langsung kepada subyeknya( Roma 15 : 27 ) sesuai dengan yang kita peroleh ( 1 Kor 16 : 1-2 ). Bertobatlah gereja2 yang telah meng allahkan mamon.

    BalasHapus
  43. Sekedar bertanya, mohon komentarnya.....!!!

    Dalam kitab Maleakhi 3:6-12, tercatat :
    1. Terjadi penipuan umat Tuhan dalam hal persembahan persepuluhan....
    dalam perikopnya tertulis "pembayaran persembahan persepuluhan menyenangkan hati Allah"...bila dibalik maka "tidak membayar persembahan persepuluhan tidak menyenangkan hati Allah". jadi hal yang terpenting adalah:
    - Membayar persembahan persepuluhan berdasarkan perikop ini menjadikan kita berbahagia...
    - Tidak membayar persepuluhan berarti tidak berbahagia....!!!
    lalu kendala dalam persepuluhan adalah:
    1. Persepuluhan itu dalam bentuk apa? alat tukar dalam perjanjian lama masih dalam bentuk binatang, hasil bumi dan belum mengenal alat barter yang sah yaitu uang...saat ini untuk mengukur penghasil seseorang tidak dapat lagi dilakukan dengan hasil bumi dan atau binatang.Tidak dapat dikatakan bahwa penghasilan saya sebulan yaitu "lima ekor sapi jantan dewasa sehat dengan panjang tanduk 10 cm dengan berat 200 kg/ekor"tapi dengan menggunakan uang....5 ekor sapi jantan dewasa= Rp 35 juta.
    2. Kepada siapa perpuluhan itu diberikan (dalam perikop tercatat "rumah perbendaharaan"

    dan terakhir....

    tercatat ....bagi mereka yang ingin menguji Tuhan tentang perpuluhan silahkan buktikan sendiri.....!!! ....dengan cara....
    bayar perpuluhan dan lihat hasilnya....
    coba dalam setahun..jika gagal atau tetap rugi....
    perpuluhan bisa dihentikan.....jika terjadi progres...mohon dilaporkan dalam forum ini....

    BalasHapus
  44. Hosea Prawiro

    Setelah sekian waktu lamanya dalam forum ini, soal persepuluhan vacum tanpa adanya tanggapan, maka saya mau ikut berbagi dalam memahami hal tersebut, walaupun bagi sebagian orang mungkin ada yang tidak sependapat. Sangat menarik melalui media ini dapat membicarakan topik tentang persepuluhan yang banyak menimbulkan berbagai tanggapan; antara pro dan kontra. Terlepas dari itu semua, hendaknya kita semua perlu menyikapi dengan benar sesuai dengan kebenaran yang tertulis di Alkitab.

    Marilah kita melihat; apakah persepuluhan itu? Persepuluhan itu adalah salah satu perintah Tuhan melalui hukum Taurat kepada bangsa Israel (bukan kepada bangsa-bangsa lain). Yang dalam bahasa perjanjian baru dituliskan sebagai: Hukum Taurat.

    Bacalah, dalam perjanjian lama hal itu dituliskan di kitab Tawarikh 31:3-5. Atau semakin jelas bandingkan dengan yang tertulis dari perjanjian baru, yaitu di kitab Ibrani 7:5; Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.

    Jadi jelas persepuluhan itu adalah perintah Tuhan melalui hukum Taurat kepada bangsa Israel, untuk diberikan kepada suku Lewi.

    Apakah hukum Taurat itu? Hukum Taurat itu adalah perintah Tuhan kepada bangsa Israel. Apakah hukum Taurat itu baik? Ya, hukum Taurat itu baik. (Rm 7:16). Lebih jelas lagi pengertiannya dalam 1 Tim 1:8; Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan.

    Benar, hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan. Tetapi ada sebuah pertanyaan yang sangat mendasar, yaitu: Dapatkah manusia hidup benar oleh karena melakukan hukum Taurat? Inilah inti permasalahan soal persepuluhan yang berdasar hukum Taurat, yang sedang diperdebatkan oleh banyak orang percaya, bahkan oleh para ahli teologi.

    Sekalipun ada sebagian orang yang berpendapat bahwa persepuluhan dianggap bukan sebagai perintah hukum Taurat, karena persepuluhan untuk pertama kalinya tercatat di Alkitab dilakukan oleh Abraham, di mana pada waktu itu hukum Taurat belum ada. Sebab semenjak Abraham memberi persepuluhan kepada Melkisedek, Alkitab kemudian baru mencatat, bahwa: perintah hukum Taurat itu baru terbit setelah empat ratus tiga puluh tahun kemudian. (Gal 3:17).

    Jadi jika ada pemimpin yang beralasan bahwa penerapan persepuluhan yang diberlakukan di gerejanya adalah mencontoh dari Abraham memberikan persepuluhan kepada Melkisedek, maka haruslah diingat, bahwa: Abraham memberikan persepuluhan itu hanya satu kali! Itu pun persepuluhan yang diberikan adalah hasil dari rampasan perang!

    Namun demikian dalam perkembangannya, tidak dapat disangkal lagi bahwa akhirnya persepuluhan telah menjadi perintah dalam hukum Taurat. Sedangkan Alkitab menjelaskan dengan amat gamblang: Tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat! (Rm 3:20, Gal 2:16).

    Nah, jika tidak seorang pun yang dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, kenapa persepuluhan yang berdasar hukum Taurat itu masih tetap harus dilakukan?

    Balas

    BalasHapus
  45. Hosea Prawiro

    Setelah sekian waktu lamanya dalam forum ini, soal persepuluhan vacum tanpa adanya tanggapan, maka saya mau ikut berbagi dalam memahami hal tersebut, walaupun bagi sebagian orang mungkin ada yang tidak sependapat. Sangat menarik melalui media ini dapat membicarakan topik tentang persepuluhan yang banyak menimbulkan berbagai tanggapan; antara pro dan kontra. Terlepas dari itu semua, hendaknya kita semua perlu menyikapi dengan benar sesuai dengan kebenaran yang tertulis di Alkitab.

    Marilah kita melihat; apakah persepuluhan itu? Persepuluhan itu adalah salah satu perintah Tuhan melalui hukum Taurat kepada bangsa Israel (bukan kepada bangsa-bangsa lain). Yang dalam bahasa perjanjian baru dituliskan sebagai: Hukum Taurat.

    Bacalah, dalam perjanjian lama hal itu dituliskan di kitab Tawarikh 31:3-5. Atau semakin jelas bandingkan dengan yang tertulis dari perjanjian baru, yaitu di kitab Ibrani 7:5; Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.

    Jadi jelas persepuluhan itu adalah perintah Tuhan melalui hukum Taurat kepada bangsa Israel, untuk diberikan kepada suku Lewi.

    Apakah hukum Taurat itu? Hukum Taurat itu adalah perintah Tuhan kepada bangsa Israel. Apakah hukum Taurat itu baik? Ya, hukum Taurat itu baik. (Rm 7:16). Lebih jelas lagi pengertiannya dalam 1 Tim 1:8; Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan.

    Benar, hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan. Tetapi ada sebuah pertanyaan yang sangat mendasar, yaitu: Dapatkah manusia hidup benar oleh karena melakukan hukum Taurat? Inilah inti permasalahan soal persepuluhan yang berdasar hukum Taurat, yang sedang diperdebatkan oleh banyak orang percaya, bahkan oleh para ahli teologi.

    Sekalipun ada sebagian orang yang berpendapat bahwa persepuluhan dianggap bukan sebagai perintah hukum Taurat, karena persepuluhan untuk pertama kalinya tercatat di Alkitab dilakukan oleh Abraham, di mana pada waktu itu hukum Taurat belum ada. Sebab semenjak Abraham memberi persepuluhan kepada Melkisedek, Alkitab kemudian baru mencatat, bahwa: perintah hukum Taurat itu baru terbit setelah empat ratus tiga puluh tahun kemudian. (Gal 3:17).

    Jadi jika ada pemimpin yang beralasan bahwa penerapan persepuluhan yang diberlakukan di gerejanya adalah mencontoh dari Abraham memberikan persepuluhan kepada Melkisedek, maka haruslah diingat, bahwa: Abraham memberikan persepuluhan itu hanya satu kali! Itu pun persepuluhan yang diberikan adalah hasil dari rampasan perang!

    Namun demikian dalam perkembangannya, tidak dapat disangkal lagi bahwa akhirnya persepuluhan telah menjadi perintah dalam hukum Taurat. Sedangkan Alkitab menjelaskan dengan amat gamblang: Tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat! (Rm 3:20, Gal 2:16).

    Nah, jika tidak seorang pun yang dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, kenapa persepuluhan yang berdasar hukum Taurat itu masih tetap harus dilakukan?

    Balas

    BalasHapus

Lencana Facebook